Teheran, Iran — Dunia perfilman internasional diguncang kabar penangkapan penulis skenario Mehdi Mahmoudian, salah satu pencipta naskah film It Was Just an Accident, yang dinominasikan di ajang Academy Awards atau Oscar ke-98. Mahmoudian ditahan di ibu kota Teheran hanya beberapa minggu sebelum penganugerahan Oscar digelar pada pertengahan Maret mendatang.
Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah Mahmoudian menjadi salah satu dari 17 tokoh penting yang menandatangani sebuah pernyataan publik yang mengecam kekerasan rezim Iran terhadap demonstran. Dalam pernyataan tersebut, para penandatangan menyebut tindakan pemerintah sebagai “kejahatan terorganisir terhadap kemanusiaan,” secara langsung menuding pemimpin tertinggi Iran, ayatollah Ali Khamenei, bertanggung jawab atas tindakan keras yang meluas.
Dari Layar Kaca ke Sel Penjara
Mahmoudian dikenal tidak hanya sebagai pengarang naskah, tetapi juga sebagai jurnalis dan aktivis hak asasi manusia. Ia berkontribusi dalam naskah It Was Just an Accident bersama sutradara legendaris Jafar Panahi, sebuah film kritis yang mengangkat pengalaman mantan tahanan politik dan menyuarakan refleksi mendalam tentang hukum, keadilan, dan martabat manusia. Film ini telah mendapatkan pengakuan internasional, termasuk memenangkan Palme d’Or di Festival Film Cannes dan masuk nominasi Oscar untuk kategori Best International Feature dan Best Original Screenplay.
Sutradara Panahi—yang juga pernah dipenjara dan dilarang bepergian oleh otoritas Iran—meluahkan kekhawatirannya atas penahanan rekan kerjanya itu. Dalam pernyataan media, Panahi menggambarkan Mahmoudian sebagai “sosok yang tenang, penuh kasih, dan memiliki rasa tanggung jawab moral yang langka,” yang selalu menjadi tempat bergantung bagi sesama tahanan ketika pertama kali mereka bertemu di penjara.
Menyuarakan Kebenaran di Tengah Represi
Penangkapan Mahmoudian terjadi di tengah gelombang protes di Iran yang dipicu oleh krisis ekonomi dan tindakan keras terhadap kebebasan sipil. Pernyataan yang ditandatangani penulis itu menyoroti kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil yang turun ke jalan, termasuk pembunuhan dan penahanan massal. Beberapa penandatangan lain, seperti jurnalis Vida Rabbani dan aktivis Abdullah Momeni, juga dilaporkan turut ditahan.
Pihak berwenang Iran sejauh ini belum secara resmi mengungkapkan tuduhan terhadap Mahmoudian, namun penahanannya mencerminkan gejolak politik yang sedang berlangsung di negara itu. Banyak pengamat melihat langkah ini sebagai bagian dari pola yang lebih luas dalam menekan suara‐suara kritis, termasuk para seniman dan intelektual yang berupaya menerjemahkan pengalaman rakyat ke dalam karya seni.
Pagelaran Oscar di Tengah Ketidakpastian
It Was Just an Accident menjadi simbol keberanian artistik yang melewati batas risikonya sendiri. Dengan pencapaian nominasi Oscar, film tersebut telah berhasil menarik perhatian global terhadap realitas kehidupan yang sering tersembunyi di balik kekuasaan atau kontrol negara.
Namun kini, menjelang malam penganugerahan Academy Awards pada 15 Maret, komunitas perfilman internasional tengah menyoroti nasib Mahmoudian. Keheningan dan ketidakjelasan tentang kondisi penulis itu menambah kekhawatiran banyak pihak yang memandangnya sebagai suara moral dalam dunia seni—seseorang yang tidak sekadar mencipta cerita, tetapi juga berdiri untuk nilai kemanusiaan di tengah tekanan.
Peristiwa ini menjadi pengingat kuat bahwa seni dan ekspresi sering berhadapan langsung dengan realitas hukum, kekuasaan, dan risiko pribadi—terkadang jauh dari kilau penghargaan. Namun di balik itu, cerita mereka tetap hidup dalam dialog global tentang kebebasan, kasih sayang, dan keadilan.