Tahuna — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe. Getaran dirasakan warga dalam durasi singkat dan menimbulkan kepanikan sesaat, terutama bagi masyarakat yang masih beraktivitas di dalam rumah.

Sejumlah warga mengaku merasakan guncangan cukup jelas, meski tidak berlangsung lama. “Getarannya terasa seperti didorong dari bawah,” kata seorang warga Tahuna. Beberapa keluarga sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi aman, sebuah respons spontan yang kerap muncul sebagai refleks keselamatan.


Tidak Berpotensi Tsunami

Informasi awal menyebutkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga laporan disampaikan, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. Aparat setempat dan relawan terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Ketiadaan potensi tsunami memberi sedikit kelegaan bagi warga pesisir, meski kewaspadaan tetap dijaga mengingat Kepulauan Sangihe berada di wilayah rawan aktivitas seismik.


Kepulauan di Jalur Cincin Api

Secara geologis, wilayah Kepulauan Sangihe berada di kawasan Cincin Api Pasifik, zona aktif pertemuan lempeng tektonik yang kerap memicu gempa bumi. Pakar kebencanaan mengingatkan bahwa gempa dengan magnitudo menengah seperti ini merupakan bagian dari dinamika alam setempat.

Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci keselamatan publik. Bangunan yang memenuhi standar, pengetahuan jalur evakuasi, serta ketenangan saat terjadi guncangan sangat menentukan dampak sebuah gempa.


Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah kepulauan. Bagi warga Tahuna, gempa bukan sekadar getaran tanah, melainkan pengingat akan kedekatan mereka dengan kekuatan alam.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi. Dalam situasi seperti ini, ketenangan dan solidaritas antarwarga menjadi fondasi utama untuk menjaga keselamatan bersama.

Gempa M 4,7 yang mengguncang Tahuna mungkin berlalu cepat, tetapi pesannya jelas: kesiapan, empati, dan kewaspadaan adalah kunci untuk hidup berdampingan dengan alam di wilayah rawan bencana.

By admin