Jakarta – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendorong penguatan pasar domestik untuk menjaga industri mebel nasional dari tekanan global yang masih berlangsung.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan bahwa kondisi ekonomi global yang belum stabil berdampak langsung pada industri mebel Indonesia. Penurunan permintaan ekspor dan meningkatnya produk impor murah menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha.

“Penguatan pasar domestik menjadi kunci agar industri mebel tetap bertahan di tengah tekanan global,” ujar Abdul Sobur di Jakarta, Jumat.

Tekanan Global pada Industri Mebel

Industri mebel Indonesia selama ini bergantung pada pasar ekspor. Ketika permintaan dari luar negeri menurun, pelaku usaha langsung merasakan dampaknya.

Selain itu, produk mebel impor dengan harga lebih rendah juga memperketat persaingan. Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha, terutama usaha kecil dan menengah, mengalami penurunan penjualan.

Tekanan global tersebut mendorong perlunya strategi baru untuk menjaga keberlangsungan industri mebel nasional.

Potensi Besar Pasar Domestik

HIMKI menilai pasar domestik memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan industri mebel. Kebutuhan furnitur terus meningkat, terutama di sektor perumahan, perkantoran, dan pariwisata.

Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Produk lokal masih kalah bersaing dengan produk impor dari sisi harga dan distribusi.

“Pasar dalam negeri harus menjadi prioritas utama agar industri mebel lebih kuat dan tidak bergantung pada ekspor,” kata Abdul Sobur.

Perlindungan Industri dan Dukungan Pemerintah

HIMKI mendorong pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap industri mebel dalam negeri. Salah satu langkah penting adalah meningkatkan pengawasan terhadap produk impor.

Selain itu, kebijakan yang mendorong penggunaan produk lokal juga dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri mebel Indonesia.

Pelaku usaha juga didorong untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran.

Menjaga Tenaga Kerja Industri Mebel

Industri mebel merupakan sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, keberlangsungan industri ini sangat penting bagi perekonomian masyarakat.

Penguatan pasar domestik tidak hanya menjaga bisnis tetap berjalan, tetapi juga melindungi lapangan kerja.

“Keberlanjutan industri mebel berarti menjaga penghidupan banyak tenaga kerja,” ujar Abdul Sobur.

Harapan Penguatan Industri Mebel Nasional

HIMKI berharap penguatan pasar domestik dapat menjadi solusi untuk menghadapi tekanan global. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat industri mebel nasional.

Dengan strategi yang tepat, industri mebel Indonesia diharapkan tetap kompetitif dan mampu bertahan di tengah tantangan global.

By admin