Badung (delapantoto login)— Di kawasan yang dikenal tenang dan tertata rapi itu, geliat pariwisata kembali terasa nyata. Derap koper wisatawan di lobi hotel, senyum pekerja pariwisata, hingga restoran yang kembali ramai menjadi penanda pemulihan yang kian kokoh. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengungkapkan bahwa tingkat hunian hotel di kawasan Nusa Dua, Bali, menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2025.
Bagi industri pariwisata, angka hunian bukan sekadar statistik. Ia mencerminkan kepercayaan wisatawan, stabilitas keamanan, serta keberlanjutan mata pencaharian ribuan pekerja yang menggantungkan hidup pada sektor ini.
Pertumbuhan yang Dirasakan hingga ke Akar Rumput
Kawasan Nusa Dua selama ini dikenal sebagai etalase pariwisata Bali yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan tata kelola berstandar internasional. Sepanjang 2025, ITDC mencatat tren kenaikan okupansi yang konsisten—didukung oleh pulihnya pasar wisata mancanegara dan kuatnya pergerakan wisatawan nusantara.
Di balik grafik yang menanjak, ada cerita manusia yang ikut bergerak. Pekerja hotel yang sempat dirumahkan kini kembali bekerja penuh. Sopir transportasi pariwisata kembali mendapatkan order. UMKM lokal kembali menemukan pembeli. Rantai pemulihan itu berjalan pelan, namun nyata.
Keamanan dan Kepastian sebagai Fondasi
ITDC menekankan bahwa pertumbuhan hunian tidak lepas dari pengelolaan kawasan yang mengedepankan keamanan publik. Sistem pengamanan terpadu, pengaturan lalu lintas internal, serta koordinasi dengan aparat setempat menjadi faktor penting yang membuat wisatawan merasa aman dan nyaman.
Dalam konteks hukum dan tata kelola, kepastian aturan—mulai dari perizinan usaha, standar operasional hotel, hingga perlindungan konsumen—menjadi fondasi kepercayaan. Ketika wisatawan merasa terlindungi, mereka datang kembali; ketika pelaku usaha merasa pasti, mereka berinvestasi.
Dari Event hingga Keluarga
Pertumbuhan hunian juga didorong oleh beragam agenda—mulai dari pertemuan internasional, pameran, hingga wisata keluarga dan leisure. Hotel-hotel di Nusa Dua menyesuaikan penawaran: paket keluarga, wellness retreat, hingga meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) yang kembali bergeliat.
Bagi warga lokal, aktivitas ini berarti jam kerja yang stabil dan peluang peningkatan keterampilan. Pariwisata yang pulih dengan tertib memberi ruang bagi kemanusiaan untuk bernafas—tanpa mengorbankan ketertiban dan lingkungan.
Menjaga Keseimbangan: Tumbuh dan Bertanggung Jawab
ITDC menyampaikan bahwa pertumbuhan hunian diiringi komitmen pada keberlanjutan. Pengelolaan sampah, efisiensi energi, dan pelibatan komunitas lokal menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas destinasi. Ini penting agar pertumbuhan tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan dan inklusif.
Dalam lanskap global yang masih diwarnai ketidakpastian, konsistensi menjadi kunci. Nusa Dua mencoba menjawabnya dengan tata kelola yang rapi—membuat wisatawan merasa aman, pekerja merasa terlindungi, dan pelaku usaha memiliki kepastian.
Harapan yang Terus Bergerak
Kabar hunian hotel yang tumbuh positif pada 2025 adalah kabar baik—bukan hanya bagi Bali, tetapi juga bagi Indonesia. Ia menunjukkan bahwa ketika keamanan, hukum, dan kemanusiaan berjalan beriringan, pariwisata bisa bangkit tanpa kehilangan jati diri.
Di Nusa Dua, malam kembali hidup dengan cahaya hangat hotel-hotel yang terisi. Dan di balik setiap kamar yang terpakai, ada harapan yang ikut menyala: bahwa kerja keras, tata kelola yang baik, dan rasa aman bersama dapat membawa masa depan yang lebih pasti.